Kamis, 10 Oktober 2013

PROPOSAL PERENCANAAN USAHA / BISNIS


                                                                        BANAPE



DAFTAR ISI
RINGKASAN EKSEKUTIF.......................................................................3
BAB l  PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang perusahaan ……………………………………………..4
1.2  Visi & Misi..........................................................................................4
1.3  Motto perusahaan................................................................................5
1.4  Data perusahaan..................................................................................5
BAB ll ANALISIS PASAR & PEMASARAN
2.1  Produk jasa yang dihasilkan …………………………………………...7
2.2  Bauran pemasaran/analisa P4 ………………………………………….7
2.3  Target dan segmentasi pasar...................................................................8
2.4  Strategi pemasaran..................................................................................8
2.5  SWOT.....................................................................................................9
26   TOWS...................................................................................................10
BAB lll  ANALISIS PRODUKSI
3.1  Bahan baku dan penggunaanya ……………………...........................11
3.2  Proses produksi……………………………………………….............12
3.3  Kapasitas produksi…………………………………………………....12
BAB lV  ANALISIS SUMBER DAYA MANUSIA
4.1  Analisis kompetensi SDM……………………………………............13
4.2  Keunggulan dan kopetesi SDM...........................................................14
BAB V ANALISIS KEUANGAN
 5.1   Analisis keuangan……………………………………………….......15
 BAB  Vl KESIMPULAN...........................................................................16

                            RINGKASAN EKSEKUTIF

Perusahaan bernama BANAPE FOOD, merupakan produk yang  saya miliki. BANAPE FOOD adalah salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang kuliner atau makanan ringan dan produk saya adalah makanan yang istimewa,inofatif dan tentunya lezat. Bahan utama yang saya gunakan adalah pisang kepok dan saya menciptakan inovasi baru yaitu dengan berbagai macam rasa. Rasa keju,durian,susu,coklat dan lain sebagainya.

Awalnya perusahaan ini dibentuk karena adanya peluang. Yaitu jarang sekali didaerah bekasi dengan jenis makanan yang berasal dari daerah makassar ini.dan lagi karena keluarga saya ada yang berasal dari kota makassar maka dari itu saya mempunyai rasa percaya diri untuk membentuk perusahaan ini.

Saya memiliki rasa optimis yang tinggi atas produk yang saya buat akan menghasilkan omset yang cukup tinggi dari hasil penjualan saya, karena saya yakin produk saya ini memiliki dan keunggulan dan kelezatan. Keunggulan dari produk saya adalah :

·         Hidangan cepat saji yang lezat dan bergizi
·         Harga relatif terjangkau oleh semua kalangan
·         Memiliki variasi rasa
·         Dapat diterim oleh semua kalangan.


                            

BAB  I
                         PENDAHULUAN

1.      Latar belakang perusahaan
Saya dari perusahaan makanan BANAPE (BANANA EPE) yang bergerak dibidang kuliner yang menyajikan makanan dengan rasa yang beraneka yaitu (keju,durian,susu dan cokelat)
Saya memilih makanan ini karena buah pisang sangatlah mudah ditemukan. Dan masyarakat  indonesia yang  relatif menyukai makanan ringan, saya juga ingin membuat sesuatu yang berbeda dengan kompetiter lainnya dengan variasi makanan yang berbeda.
Saya berusaha menyajikan makanan ringan yang sehat pastinya serta layak dan halal di konsumsi. Saya mengharapkan masyarakat merasakan manfaat dari menkonsumsi makanan BANAPE saya.

2.      Visi & Misi

Visi
                  Menjadikan makanan pisang menjadi lebih dikenal,digemari dan mejadi pilihan                    
                  Utama sebagai makanan ringan bagi masyarakat indonesia.
             Misi
Ø  Berorientasi kepada kepuasan konsumen / pelanggan.
Ø  Membuat aneka makanan pisang dengan rasa yang bervariasi.
Ø  Memperkenalkan kepada masyarakat bahwa buah pisang juga dapat dijadikan makanan ringan.

3.      Motto perusahaan

                 KUALITAS EROPA HARGA MERAKYAT

4.      Data perusahaan
1
Nama perusahaan
Banape Food
2
Bidang Usaha
Kuliner (Makanan Ringan)
3
Jenis Produk/Jasa
Banape
4
Alamat Perusahaan
Jalan KH.Noer Ali
5
Nomer telepon
089696868001
6
Alamat Email
Alamat Twitter
Alamat Facebook
Alamat Blog
@Banapesadap
Banapesadap
Banape.blogspot.com
7
Bank Perusahaan
-
8
Bentuk Badan Hukum
-
9
Nomor Akte Pendirian
-
10
NPWP
-
11
Mulai Berdiri
09 Oktober 2013


1
Nama
Nining
2
Jabatan
CEO
3
Tempat Tanggal Lahir
Bekasi,27 maret 1994
4
Alamat Rumah
Jln. Galaxi masnaga perambanan
5
Nomor Telepon
089696868001
6
Alamat Email
Nining200@ymail.com
7
Pendidikan Terakhir
SMA
8
Pengalaman Kerja
Wirausaha












            



BAB  ll
      ANALISIS PASAR DAN PEMASARAN

2.1 Produk / Jasa yang dihasilkan
        Keistimewaan Banape ini diantaranya :
§  Hidangan cepat saji, lezat dan bergizi
§  Harga relative terjangkau oleh semua kalangan
§  Memiliki variasi rasa (keju,durian,susu,cokelat)
§  Dapat diterima oleh semua kalangan
2.2 Bauran Pemasaran/Analisa 4P
      1.   Product
§  Type                      :   Banana                                                                    
§  Brand                    :   BANAPE
§  Quality                  :   Tanpa Bahan Pengawet
§  Packing                 :    Menggunakan mika sebagai pengemas / sesuai request konsumen
      2.   Price
§  Price list                :   Rp.6000 - Rp.10000 (sesuai rasa)
      3.    Promotion
§  Advertising           :   menggunkan media jejaring sosial
§  Sales promtion      :   mempromosikan penjual kepada pelanggan
§  Personal selling    :   berjualan secara berkeliling langsung
      4.     Place                                                                                                                                                         
§  Berlokasi diwilayah ramai (kampus,pinggir jalan, dan sebagainya)

 2.3  Target Dan Segmentasi Pasar
§  Geografi
1.      Wilayah yang kita  jadikan target yaitu wilayah kalimalanga dan sekitarnya, alasan saya memilih kalimalang karena bahan-bahan membuat produk  ini sangat mudah ditemukan dikota ini.
2.      Saya melihat bahwa banyaknya peluang bisnis pada makanan siap saji, sehingga itu memicu saya dan saya memanfaatkan peluang ini.

§  Demografi
             Berdasarkan demografi,secara pasar kami tertuju pada kalangan masyarakat
              Lingkungan sekitar  masyarakat kalimalang.     
2.4      Strategi Pemasaran

Ø  Perkenalan Bisnis
                  Produk  yang saya tawarkan merupakan makanan ringan yang lezat,bergizi,                        
                  Dan harga yang terjangkau. Produk ini bernama “BANAPE” yaitu pisang
                  Pilihan yang sehat untuk dikonsumsi. Banape ini memunyai variasi rasa
                  Keju,durian,susu,cokelat)
Ø  Membangun jaringan usaha yang dapat mendukung bisnis
Memilih produk banape ini yang berbahan baku seperti pisang, gula merah, durian,  keju, susu, strawberry, cokelat. Oleh karena itu saya berniat bekerja sama
Dengan perusahaan-perusahaan yang menyediakan produk saya demi meningkatkan produk saya.
Ø  Menyiapkan inovasi desain yang ditawarkan
Produk saya kali ini yang pertama, banape (banana epe) dengan lapisan rasa yang telah disediakan dan kedepannya saya ingin berinovasi untuk membuat banana epe dengan inovasi terbaru dan unik tentunya.
Ø  Meninggkatkan kualitas pelayanan
Menyediakan website untuk wadah para konsumen memberikan saran atas produk yang saya buat.
Ø  Menyediakan pemasaran
Saya akan memasarkan poduk ini melalui jejaring sosial.

2.5      SWOT
A.    STRENGTH (KEKUATAN)
·         Bahan bakunya mudah ditemukan
·         Memiliki rasa yang tersendiri lain dari yang lain
·         Harga terjangkau
B.     WEAKNESSES (KELEMAHAN)
·         Tidak tahan lama
·         Minimnya modal usaha
C.    OPPORTUNITIES (PELUANG)
·         Minat makanan ringan tinggi
·         Makanan ringan yang kaya akan vitamin

D.    THREATS (ANCAMAN)
·         Banyak makanan ringan dengan variasi lain
·         Ada jenis makanan yang berbahan pokok sama
·         Harga produk competitor bersaing
·         Selera konsumen variatif

2.6      TOWS
                   
A.    SO
·         Memperbanyak tingkat produksi
·         Memproduksi banape dengan rasa baru
·         Tetap menjaga kualitas rasa produk
B.     WO
·         Memproduksi banape dalam skala sedang apabila ada pemesan saya akan menambahkan jumlah produksi
C.    ST
·         Memahami selera konsumen yang variatif
·         Memperkuat citra rasa produk
·         Menambah variasi baru produk
D.    WT
·         Packing yang lebih menarik
·         Manambah modal usaha
·         Mencari investor untuk bergabung





                                


BAB lll
                    ANALISIS PRODUKSI
3.1  Bahan Baku dan Penggunaannya
Bahan-bahan untuk membuat banape:
·         Pisang
·         Gula merah
·         Durian
·         Keju
·         Strawberry
·         Susu
·         Cokelat
Alat untuk membuat :
·         Pisau
·         Perangkat pemanggang
·         Penyimpanan makanan

Cara pembuatan :
1.      Potong pisang, bakar pisang dibara api
2.      Rebus air gula merah dan daun pandan
3.      Tambahkan garam dan sagu, masak hingga kental
4.      Lalu lumuri rasa-rasa yang diinginkan



3.2   Proses produksi

                                                                                                                                                    
   3.3   kapasitas produksi
1. kapasitas produksi rata-rata perbulan
500/semua varian/bulan
2. target kapasitas produksi perbulan
500/semua varian/bulan

                                                                                                                                                   






                           BAB  lV                
   ANALISIS SUMBER DAYA MANUSIA  

4.1              Analisa Kompetensi SDM
Tingkat pendidikan
JUMLAH
SD

SMP

SMA/SMK

D3/SARJANA
        6

Bagian/Departemen
Jumlah
Manajemen
2
Produksi
2
Pemasaran
1
Keuangan
1




Keunggulan dan kopetensi SDM
·         Ceo (Direktur utama)
Mengontrol,memonitori semuakegiatan yang ada dalam perusahaan dan mampu membaca laporan keuangan perusahaan serta dapat mengambil keputusan.
·         General manager
Dapat mengatur seluruh departemen bagian dan menjalankan strategi perusahaan.
·         Finansial manager
Mengontrol dan memonitoring semua yang berhubungan dengan masalah keuangan perusahaan, dan dapat mengatasi masalah keuangan.
·         Production manager
Bertanggung  jawab terhadap produksi dan menginovasi yang akan diperjual belikan.
·         Marketing manager
Dapat mempromosikan dan menawarkan produk yang perusahaan miliki melalui berbagai media.

4.2              Rencana kebutuhan pengembangan SDM
Dengan jumlah pegawai atau karyawan saya rasa sudah cukup, tapi apabila produksi saya meningkat, saya akan menambahkan jumlah SDM.





                              BAB V
               ANALISIS KEUANGAN

5.1   Modal usaha
Dengan menanamkan modal usaha sebesar Rp 600.000,-
5.2  Penentuan harga jual
Dengan harga jual sebesar Rp 6.000 – Rp 10.000,-




                      





                            BAB  Vl
                       KESIMPULAN
 
6.1  Kesimpulan
Demikian proposal dari saya yang berisi tentang rencana pendirian usaha kecil-kecilan usaha ini sangat mudah dijalankan dan hasilnya sangat menjanjikan sekali,namun keberhasilan suatu usaha sangat bergantung dengan pengusahanya kejujuran dan kedisiplinan adalah kunci keberhasilan.
Semoga bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi pembaca proposal ini, saya mengharapkan kritik dan saran dari semuanya agar usaha saya berjalan dengan lancar.
Apabila ada kesalahan dalam penulisan kata-kata mohon dimaklumi. Kesempurnaan hanya milik tuhan yang maha esa.
Terimakasih.


Minggu, 06 Oktober 2013

Resiko sebuah usaha/bisnis


      RESIKO  SEBUAH USAHA/BISNIS

Segala keputusan dalam hidup pasti memiliki konsekuensi dan risikonya masing-masing. Keputusan yang terbaik sekalipun pasti memiliki akibat atau konsekuensinya sendiri, baik bagi si pengambil keputusan maupun bagi orang lain. Keputusan untuk memulai usaha pribadi juga termasuk ke dalam hal yang berisiko. Menurut wirausahawan Supardi Lee dan Noval Ramsis, setidaknya ada lima risiko yang harus dihadapi Netpreneur saat memutuskan untuk berbisnis.
Risiko Produksi
Risiko produksi dari suatu usaha terletak pada sarana dan prasarana yang menunjang bisnis tersebut. Misalnya bisnis makanan. Ada kemungkinan makanan yang diproduksi terkontaminasi bakteri dan minim gizi. Bakteri dan angka gizi yang rendah ini bisa menyebabkan buyer terkena penyakit, atau bahkan keracunan.
Akibat dari risiko produksi semacam ini adalah berkurangnya kredibilitas seller di mata buyer. Dampaknya, usaha terancam gulung tikar. Yang lebih mengerikan adalah jika buyer mengajukan tuntutan kepada seller ke meja hijau. Ini tidak hanya akan mempengaruhi seller secara ekonomi, namun juga secara psikologis.
Alternatif solusi yang bisa dilakukan seller adalah dengan melakukan uji coba sebelum meluncurkan produk. Dengan begitu, kualitas suatu produk akan teruji. Risiko produksi pun akan muncul sehingga seller bisa melakukan prediksi keputusan di saat hendak mulai berbisnis.
Risiko Pemasaran
Produk atau jasa yang berkualitas baik tidak selalu mendatangkan keuntungan. Hal ini dipengaruhi oleh persaingan, kondisi buyer, serta kondisi seller itu sendiri. Persaingan pasar membuat sebuah produk yang berkualitas tetap harus bersaing dengan produk-produk sejenis.
Alternatif solusi untuk menghadapi risiko pemasaran adalah dengan menciptakan keunikan pada produk atau jasa yang seller jual. Lewat keunikan tersebut, produk seller menunjukkan karakteristik tersendiri dibanding produk-produk lain yang ada di pasaran. Karakteristik inilah yang membuat sebuah produk bisa “berjuang” mengalahkan produk lain. Hasilnya, buyer akan memilih produk tersebut dibanding produk sejenis lainnya.
Risiko Sumber Daya Manusia
Tidak semua usaha pribadi bisa dikerjakan seorang diri. Meskipun sifatnya personal, usaha pribadi tetap membutuhkan sumber daya manusia lain di luar si pemilik usaha agar bisnis dapat berjalan dengan baik. Risiko sumber daya manusia datang dari karyawan-karyawan yang terlibat dalam sebuah usaha. Contohnya, beban kerja yang melebihi kapasitas karyawan, lemahnya motivasi karyawan dalam bekerja, masalah pribadi yang dialami karyawan di luar kantor, dan lain sebagainya.
Sebagai pemilik usaha, seller tidak hanya dituntut untuk memiliki jiwa berdagang, tetapi juga jiwa pemimpin. Kepemimpinan ini dibutuhkan agar para karyawan yang terlibat dalam bisnis memiliki tujuan bersama dan bisa mencapai target yang telah ditentukan oleh seller.
Risiko Finansial
Risiko finansial dalam berbisnis yang jarang terjadi adalah keadaan “besar pasak daripada tiang”. Bagi seller yang masih menjadi pegawai kantoran, kondisi ini masih bisa diatasi dengan menggunakan gaji pokok yang didapat dari kantor. Namun bagi seorang full-time seller, risiko ini sangat berpotensi ‘mengancam’ kelangsungan bisnis.
Sebenarnya, memang tidak ada aturan baku untuk menentukan cara agar profit lebih besar daripada ongkos produksi. Namun, bukan berarti Netpreneur tidak bisa mencegah defisit. Menjual barang yang tidak banyak kompetitornya bisa menjadi solusi. Pada prinsipnya, semakin sedikit kompetitor, maka profit yang diperoleh akan semakin banyak.
Risiko Lingkungan
Lingkungan tempat seller berjualan off-line kadang bisa mengganggu bisnis. Ada pihak-pihak yang tidak suka akan keberadaan toko tempat usaha, misalnya kalangan preman. Kalangan ini seringkali meminta ‘upeti’ kepada seller.
Cara mengatasi risiko lingkungan semacam ini adalah dengan bersikap fleksibel. Kalau ‘upeti’ yang diminta masih masuk akal sehat, maka tidak ada salahnya satu-dua kali menuruti keinginan mereka. Ini toh untuk keberlangsungan bisnis juga. Namun kalau ‘upeti’ yang mereka minta terlalu besar, bahkan bisa menyebabkan kerugian bisnis, ada baiknya tidak memenuhi keinginan mereka. Jika mereka tetap memaksa, laporkan kepada pihak yang berwajib.

RENCANA PEMASARAN


                 RENCANA PEMASARAN

 Perencanaan ini merupakan urutan logis dan serangkaian aktivitas ke arah penetapan tujuan pemasaran dan perumusan rencana untuk mencapai tujuannya. Perencanaan pemasaran adalah penerapan yang sudah direncanakan dari sumber daya pemasaran untuk mencapai tujuan pemasaran. Dengan demikian perencanaan pemasaran merupakan sebuah proses sistematis dalam merancang dan mengkoordinasi keputusan pemasaran.Rencana pemasaran ini memberikan fokus bagi pengumpulan informasi, format bagi penyebarluasan informasi, dan struktur bagi pengembangan dan pengkoordinasian respon strategik dan taktikal perusahaan.

Tujuan perencanaan pemasaran adalah identifikasi adn kreasi dari keunggulan kompetetif. Perencanaan pemasaran ini merupakan bentuk nyata dari perusahaan untuk memberikan tanggapan strategis terhadap pola persaingan global yang berubah terdiri atas :
1) penyesuian ukuran bisnis,
2) perubahan lingkup produk dan/atau pasar atau
3) penciptaan hubungan jaringan kerja yang baru dengan organisasi-organisasi lain.

Manfaat rencana pemasaran :
1. mencapai koordinasi aktivitas yang lebih baik
2. mengidentifikasi perkembangan yang diharapkan
3. meningkatkan kesiapan organisasi untuk berubah
4. meminimalkan respon tak rasional samapi respon yang tak diharapkan
5. mengurangi konflik tentang ke mana seharusnya organisasi bergerak
6. meningkatkan komunikasi
7. mendesak manajemen untuk berpikir ke depan secara sistematis
8. memperluas penyesuaian sumber daya yang tersedia untuk mendapatkan peluang pilihan

Masalah masalah yang muncul akibat kurangnya perencanaan pemasaran :
1. peluang-peluang yang hilang untuk mendapatkan laba
2. angka-angka yang tak berarti dalam rencana jangka panjang
3. tujuan yang tidak realistis
4. kurangnya informasi pasar yang dapat dilakukan
5. perselisihan antar fungsional
6. frustasi manajemen
7. perkembangbiakan produk dan pasar
8. pengeluaran promosi yang sia-sia
9. penentuan harga yang terlalu membingungkan
10. semakin melemah terhadap perkembangan bisnis
11. hilangnya kendali terhadap bisnis


Minimum marketing plan memuat unsur-unsur sebagai berikut :
a. Tujuan pemasaran dan strategi pemasaran
b. Strategi bauran pemasaran
c. Deskripsi mengenai produk
d. Strategi penetapan harga
e. Rencana promosi
f. Penetapan produk (penjualan dan distribusi)

Langkah-langkah pokok dalam perencanaan pemasaran meliputi :
1. melakukan analisis situasi
Analisis yang dilakukan dalam tahap ini adalah analisis SWOT (streghts, weaknesses, opportunities, dan threats). Analisis ini mencakup peluang dan masalah yang ditimbulkan oleh trend an situasi pembeli, pesaing, biaya dan regulasi. Selain itu, termasuk pula di dalammnya adalah kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan.

2. Menetapkan tujuan/sasaran
Tujuan dirumuskan secara spesifilk dan mengidentifikasi tingkat kinerja yang diharapkan untuk dicapai organisasi pada waktu tertentu di masa datang, dengan mempertimbangkan realitas masalah dan peluang lingkungan serta kekuatan dan kelemahan perusahaan.

3. Menyusun strategi dan program
Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan, pengambil keputusan kemudian merancang strategi (tindakan jangka panjang untuk mencapai tujuan) dan program (tindakan jangka pendek spesifik untuk mengimplementasikan strategi).

Hasil dari perencanaan pemasaran yang berfokus pada konsumen dapat menghasilkan sebuah keunggulan bersaing melalui 1) harga yang lebih rendah di bandingkan dengan para pesaing untuk manfaat yang sama atau 2) keunikan manfaat yang dapat menutupi harga tinggi. Analisis keunggulan bersaing menunjukkan perbedaan dan keunikannya di antara para pesaing. Bagi perusahaan yang ingin menikmati keunggulan bersaing di pasar, antara produknya, dan produk pesaing harus dapat di rasakan di pasaran.Keunggulan bersaing diperoleh dengan mencari aspek-aspek diferensiasi yang akan di nilai superior oleh konsumen sasaran dan yang tidak mudah diduplikasikan oleh pesaingnya.